A.
Konsep
Dasar Evaluasi
Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu proses yang
sistematis untuk menentukan sejauh mana tingkat ketercapaian para siswa
terhadap tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Batasan tersebut mengandung dua hal penting, yakni
bahwa evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis, artinya terdiri dari
serangkaian kegiatan yang dilakaukan melalui dan berdasarkan aturan –aturan
tertentu. Di samping itu evaluasi juga selalu dihubungkan dengan tujuan –tujuan
pembelajaran yang telah di tetapkan, sebab tanpa ditetapkannya tujuan-tujuan
pembelajran terlebih dahulu maka tidak mungkin membuat suatu keputusan tentang
kemajuan-kemajuan yang telah dicapai para siswa.
Istilah evaluasi sering kali dikacaukan dengan
pengukuran sebab memang keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Evaluasi
sering kali melibatkan pengukuran dan pengukuran biasanya diikuti oleh
evaluasi. Perbedaanya terletak pada sifatnya yakni, kalau pengukuran bersifat
kuantitatif sedangkan evaluasi bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Dalam proses evaluasi hasil belajar, pengukuran
mempunyai peranan yang sangat penting, yakni untuk mendapatkan data dan
informasi yang sesuai dengan sifatanya yang lebih objektif dan dapat mendukug
objektifitas suatu proses evaluasi hasil belajar.
1.
Definisi
Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi
Istilah pengukuran, penilaian, dan evaluasi terkadang
orang mengartikan sama, hanya tergantung dari kata mana yang sedang siap untuk
diucapkannya. Akan tetapi sementara orang yang lain, membedakan ketiga istilah
tersebut, dan untuk memahami apa persamaan, perbedaan atau hubungan antara
ketiganya dapat dipahami melalui contoh berikut:
a. apabila
ada orang yang akan membeli sebatang pensil
kepada kita, dan kita disuruh untuk memilih antara dua pensil yang tidak
sama panjang , maka tentu saja kita akan memilih yang panjang. kita tidak akan
memilih yang pendek kecuali ada alas an yang sangat khusus.
b. apabila
ada orang yang ingin membeli jeruk , dipilihnya jeruk yang besar, kuning dan
kulitnya halus. semuanya itu dipertimbangkan karena menurut pengalaman
sebelumnya, jeruk yang demikian ini rasanya akan manis.
Dari
contoh di atas ini dapat kita simpulkan bahwa sebelum menentukan pilihan, kita
mengadakan penilaian terhadap benda-benda yang akan kita pilih. Untuk dapat mengadakan penilaian, kita mengadakan
pengukuran terlebih dahulu. Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap
sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif.
Ø Evaluasi
adalah mengindentifikasi atau proses
pengumpulan data untuk menilai apakah
program yang direncanakan telah tercapai atau belum.
Ø Penilaian
adalah penerapan berbagai cara penggunaan beragam alat penilaian untuk
memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau pencapaian
kompetensi.
Ø Pengukuran
adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari
suatu tingkatan dimana seseorang telah mencapai karakteristik itu.
Ø Tes
adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu
2.
Fungsi
Evaluasi
Fungsi
evaluasi yaitu sebagai berikut:
a. Evaluasi
berfungsi selektif
Evaluasi yang
di gunakan untuk memilih siswa yang
paling
tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu. Evaluasi sendiri memiliki berbagai tujuan, anatara lain:
tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu. Evaluasi sendiri memiliki berbagai tujuan, anatara lain:
1) untuk
memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.
2) untuk
memilih siswa yang naik kelas atau tingkat berikutnya.
3) untuk
memi8lih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.
b. Evaluasi
berfungsi diagnostic
Dengan mengadakan evaluasi, sebenarnya guru mengadakan
diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya beserta
faktor-faktor penyebabnya.
c. Evaluasi
berfungsi sebagai penempatan
Evaluasi yang
digunakan untuk menempatkan siswa dalam program
pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. Sekelompok
siswa yang memiliki hasil belajar yang sama akan berada dalam kelompok yang
sama dalam belajar.
d. Evaluasi
berfungsi sebagai pengukur keberhasilan
Fungsi keempat dari evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui
sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.
3. Tujuan
Evaluasi
Tujuan yanag akan dicapai dalam melaksanakan evaluasi
adalah:
a.
Untuk
mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam
jangka waktu tertentu.
b.
Untuk
mengetahui efektifitas metode pembelajaran
c.
Kedudukan
siswa dalam kelompok
d.
Memperoleh
masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka pembelajran
e.
Memantau
kemajuan dan mendiagnosis kesulitan siswa sehingga memungkinkan dilaksanakannya
pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa,
f.
Membentuk
masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas
g.
Memungkinkan
siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan waktu dan kecepatan yang
berbeda.
h.
Memberikan
informasi yang lebih komulatif kepada masyarakat tentang efektifitas
pendididkan sehingga meningkatkan partisipasi.
4.
Prosedur
Evaluasi
a. Menetapkan
tujuan, tujuan
merupakan dasar untuk menentukan arah, ruang lingkup materi, jenis/model dan
karakter alat penilaian
b. memilih dan mengembangkan
instrument, untuk
memperoleh informasi deskriptif
dan/atau informasi judgemantal dapat berwujud tes maupun
non-test. Tes dapat berbentuk obyektif atau uraian; sedang non-tes dapat
berbentuk lembar pengamatan atau kuesioner. Tes obyektif dapat berbentuk
jawaban singkat, benar salah, menjodohkan dan pilihan ganda dengan berbagai
variasi : biasa, hubungan antar hal, kompleks, analisis kasus, grafik dan
gambar tabel. Untuk tes uraian yang juga disebut dengan tes subyektif dapat
berbentuk tes uraian bebas, bebas terbatas, dan terstruktur. Selanjutnya untuk
penyusunan instrumen tes atau nontes, dosen harus mengacu pada pedoman
penyusunan masing-masing jenis dan bentuk tes atau non tes agar instrumen yang
disusun memenuhi syarat instrumen yang baik, minimal syarat pokok instrumen
yang baik, yaitu valid (sah) dan reliabel (dapat dipercaya).
c. Pelaksanaan pengukuran, untuk
menggambarkan pengetahuan dan ketrampilan siswa atau sebagai dasar untuk
mengambil keputusan maka
dilakukan pengukuran sebab guru tidak dapat membantu siswanya
secara efektif jika tidak mengetahui pengetahuan dan ketrampilan yang dikuasai
siswanya dan pelajaran apa yang masih menjadi masalah bagi siswanya. Hal yang
sama pentingnya adalah guru tidak dapat memperbaiki jika tidak memperoleh
indikasi efektifitas dalam mengajar.
d. Pemeriksaan hasil, hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil dari pengukuran.
Dalam pemeriksaan hasil diperlukan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan.
e. Verifikasi data, maksudnya ialah untuk memisahkan data
yang “baik” yang akan dapat memperjelas gambaran yang akan kita peroleh
mengenai individu atau sekelompok individu yang sedang kita evaluasi, dari data
yang kurang baik yang hanya akan merusak atau mengaburkan gambaran yang akan
kita peroleh apabila turut kita olah juga.
f. Analisis data, berarti mengubah wujud data yang sudah
dikumpulkan menjadi sebuah sajian data yang menarik dan bermakna. Data hasil
evaluasi yang berbentuk kualitatif diolah dan dianalisis secara kualitatif,
sedangkan data hasil evaluasi yang berbentuk kuantitatif diolah dan dianalisis
dengan bantuan statistika deskriptif maupun statistika inferensial
g. Interpretasi, memberikan pernyataan (statement) mengenai
hasil pengolahan data. Interpretasi terhadap suatu hasil evaluasi didasarkan
atas kriteria tertentu yang ditetapkan terlebih dahulu secara rasional dan
sistematis sebelum kegiatan evaluasi dilaksanakan, tetapi dapat pula dibuat
berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh dalam melaksanakan evaluasi. Sebaliknya
jika penafsiran data tidak berdasarkan kriteria atau norma tertentu
h. pencatatan dan pelaporan, Pada akhir penggal waktu proses
pembelajaran, antara lain akhir catur wulan, akhir semester, akhir tahun
ajaran, akhir jenjang persekolahan diperlukan suatu laporan kemajuan peserta
didik, yang selanjutnya merupakan laporan kemajuan sekolah. Laporan ini akan
memberikan bukti sejauh mana tujuan pendidikan yang diharapkan oleh anggota
masyarakat khususnya orang tua peserta didik dapat tercapai.
Referensi :
Arikanto , Suharsimi. Dasar-dasar evaluasi. Bumi Aksara: Jakarta, 2010.
Depdiknas. Evaluasi
pendidikan. Depdiknas: Bandung, 2002.
Purwanto.
Evaluasi Hasil belajar. Pustaka
Belajar: Yogyakarta, 2011.
http://www.hilman.web.id/posting/blog/827/pengertian-fungsi-dan-prosedur evaluasi-pembelajaran.html.2010
"http://sopwanhadi.wordpress.com/2010/01/31/langkah-langkah-pelaksanaan-dalam-evaluasi-pembelajaran-pai/"
http://alisadikinwear.wordpress.com/author/aliwear/"
\o "Tulisan oleh aliwear"⋅ 20 Oktober 2011
"http://putrohari.tripod.com/mengukur_pencapaian.htm"
"http://lpp.uns.ac.id/wp.../PANDUAN-EVALUASI-PEMBELAJARAN.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar